Penandatangan MOU Agroprenueur Farm Sdn Bhd dan Pemberdayaan Perempuan UMKM Indonesia (PPUMI) Kembangkan Budidaya 30.000 Ekor Ternak Domba di Sumut

By BMN 12 Jul 2022, 08:17:27 WIB Internasional
 Penandatangan MOU Agroprenueur Farm Sdn Bhd dan Pemberdayaan Perempuan UMKM Indonesia (PPUMI) Kembangkan Budidaya 30.000 Ekor Ternak Domba di Sumut

Barometermedan |


Medan - Upaya pengembangkan budidaya ternak domba di wilayah Sumatera Utara, Agropreneur Farm Sdn Bhd yang merupakan perusahaan swasta asal Singapura melakukan nota kesepahaman kerja sama (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Pemberdayaan Perempuan UMKM Indonesia (PPUMI) pada Senin (11/7/2022), Hotel Four Point Sheraton Medan. 

Baca Lainnya :


Penandatanganan MoU yang dilangsungkan di Hotel Four Point Sheraton Medan itu dilakukan antara CEO Agropreneur Farm Sdn Bhd yang juga CEO PT. Aliyah Rizq Holding Singapore Pte Ltd, Mr Ashraf Bakar dengan Ketua Umum PPUMI, Dr Munifah Syanwani, MSi. 


Turut menyaksikan penandatangan MoU ini, antara lain Director Government Relation Aliyah Rizq Holding Singapore Pte Ltd, Yusi Ismayasari, Staf Ahli Menteri Bidang Antarlembaga Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, Drs Samsul Widodo, MA, dan pihak terkait lainnya dari Pemprov Sumut serta, akademisi dan perbankan swasta nasional. 


Dijelaskan Mr Ashraf Bakar, melalui MoU ini, pihaknya bersama PPUMI akan melakukan pengembangan budidaya ternak domba di wilayah Sumatera Utara secara terintegrasi dengan target sekitar 30.000 ekor.


"Saat ini sudah kita kembangkan sekitar 1.000 ekor di Tanjung Balai, dan dengan MoU ini, maka daerah lain di Sumatera Utara juga akan ikut dikembangkan sampai mencapai 30.000 ekor," ucap Mr Ashraf Bakar.


Dipilihnya Sumatera Utara sebagai lokasi pengembangbiakan karena faktor geografis, distribusi dan market place yang lebih menguntungkan.


Selain untuk memenuhi konsumsi pasar lokal di Sumatera Utara, daging domba hasil peternakan nanti juga bisa dikirim ke Pulau Jawa termasuk untuk ekspor ke Malaysia maupun Singapura.


"Kebutuhan daging domba untuk pasar lokal Indonesia sendiri masih sangat besar dan itu belum tercukupi. Misalnya untuk kurban yang konsumsinya cukup besar serta kebutuhan pedagang UMKM lainnya. Karenanya kita akan memenuhi kebutuhan itu semua, di samping untuk ekspor ke Malaysia yang tiap bulannya membutuhkan sekitar 1000 ekor domba," jelas Mr Ashraf Bakar. 


Tidak hanya untuk kebutuhan daging, lanjut Ashraf Bakar, hasil budidaya ternak domba ini nantinya juga bisa menghidupi industri lainnya. Seperti tas maupun sepatu berbahan dasar kulit domba serta susu yang dihasilkannya dan penggunaan kotorannya sebagai gas dan pembuatan pupuk.


"Sektor industri ini juga sangat menjanjikan, mengingat pangsa pasarnya yang cukup besar, baik di dalam negeri Indonesia maupun di kawasan Asean. Itulah salah satu tujuan dari dilakukannya MoU ini," ungkap Mr Ashraf Bakar. 


Tak jauh beda dengan yang diutarakan Dr Munifah Syanwani, MSi. Ia optimistis, MoU ini akan menjadi bagian dari solusi menghadapi masa paceklik dan mengatasi masalah ketahanan pangan nasional dan pengentaskman kemiskinan. 


"Kita harapkan setahun ke depan progres dari MoU ini sudah ada realisasinya untuk mengatasi masalah ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan," ucapnya. 


Begitu juga dengan ibu Yusi Ismayasari. Sebagai Director Government Relation Aliyah Rizq Holding Singapore Pte Ltd, ia berharap MoU ini akan membangun eksosistem kelompok ternak perempuan yang lebih bergairah ke depannya, tidak hanya di Sumatera Utara, tetapi juga di Jawa dan pulau lainnya di Indonesia, sehingga tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan pengentasan kemiskinan akan terwujud dengan segera. 


Sementara itu, Staf Ahli Menteri Bidang Antarlembaga Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, Drs Samsul Widodo, MA, memberikan apresiasi atas apa yang telah dilakukan Aliyah Rizq Holding Singapore Pte Ltd ini dengan PPUMI. 


Menurut Samsul Widodo, pengembangan budidaya ternak domba ini sangat positif prospeknya ke depan. "Selain telah terbentuknya korporasi hewan ternak domba, baik untuk memenuhi konsumsi pada saat kurban, juga bisa memenuhi kebutuhan pasar lokal dan ekspor. Karenanya, kita dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal sangat mendukung kerja sama ini untuk lebih ditingkatkan di kemudian hari," pungkasnya. 


Di kesempatan yang sama juga dilakukan penyerahan piagam MURI Rekor Ibadah Kurban dengan Domba Terbanyak di Sumatera Utara pada Idul Adha 1443 H/10 Juli 2022 diberikan kepada PT. Alyah Rizq Agriculture.


"Tahun 2022 ini kita menyembelih 4.000 ekor domba di Sumatera Utara. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya sebanyak 2.000 ekor. Inn Sya Allah, jumlah penyembelihan ini akan terus meningkat, seiring dengan berkembangnya budidaya ternak domba secara terintegrasi di Sumatera. Jawa maupun tempat lainnya di Indonesia," tutup Mr Ashraf Bakar.(ME-ZU/Rahman/red)







Video Terkait:

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

View all comments

Write a comment